Pengaruh Prokrastinasi Akademik dan Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar siswa
DOI:
https://doi.org/10.51178/jetl.v8i3.3768Keywords:
Prokrastinasi Akademik, Self-Regulated Learning, Hasil Belajar, EkonomiAbstract
Hasil belajar ekonomi di SMA Negeri 1 Basa Ampek Balai Tapan belum optimal karena hanya 56,31% siswa mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP), sementara kebiasaan menunda tugas dan kemampuan mengatur belajar sendiri diduga ikut berperan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh prokrastinasi akademik dan self-regulated learning (SRL), baik secara simultan maupun parsial, terhadap hasil belajar ekonomi. Penelitian kuantitatif asosiatif pada semester genap 2025/2026 ini melibatkan 238 siswa kelas X–XII dari populasi 586 siswa yang dipilih dengan proportionate stratified random sampling (rumus Slovin, galat 5%). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (16 butir prokrastinasi dan 24 butir SRL) serta dokumentasi nilai sumatif tengah semester, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Secara deskriptif, prokrastinasi akademik berkategori sedang (TCR 53,43%) dan SRL berkategori kuat (TCR 67,42%). Secara inferensial, prokrastinasi akademik berpengaruh negatif dan signifikan (t = −2,043; p = 0,042), SRL berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,706; p = 0,007), dan keduanya secara simultan berpengaruh signifikan (F = 3,702; p = 0,026) dengan koefisien determinasi 3,1%. Kesimpulannya, kebiasaan menunda dan kemandirian belajar sama-sama berkaitan dengan hasil belajar ekonomi, tetapi porsi penjelasnya kecil sehingga faktor lain, seperti motivasi dan lingkungan belajar, masih perlu ditelaah. Implikasinya, guru dan sekolah perlu memadukan pembiasaan menyelesaikan tugas tepat waktu dengan penguatan perencanaan, pemantauan, dan inisiatif belajar siswa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutiara Rahayu, Armiati Armiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

