Integrasi Model Pembelajaran PAI dan Teori Belajar Islam: Analisis Konseptual Terhadap Pengembangan Pembelajaran Holistik

Penulis

  • Nurdin Sahid Wijaksana Institut Agama Islam Al Hidayah, Indonesia
  • Ali Maulida Institut Agama Islam Al Hidayah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/invention.v7i2.3579

Kata Kunci:

Model Pembelajaran PAI, Teori Belajar, Pendidikan Islam

Abstrak

Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) seringkali dipandang sebagai mata pelajaran yang kurang diminati dan cenderung membosankan oleh sebagian siswa. Persepsi ini muncul bukan tanpa sebab, melainkan salah satunya dipengaruhi oleh lemahnya kompetensi guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran yang tepat dan efektif. Penelitian ini didasarkan pada kesadaran bahwa keberhasilan proses pendidikan dipengaruhi oleh berbagai komponen utama, antara lain guru, peserta didik, kurikulum, lingkungan belajar, serta model pembelajaran yang diterapkan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana model-model pembelajaran yang digunakan dalam PAI selaras dengan prinsip-prinsip teori belajar dalam Islam, seperti pembelajaran yang menekankan aspek akal (kognitif), hati (afektif), dan tindakan (psikomotorik). Dengan demikian, dapat diketahui apakah model pembelajaran yang diterapkan sudah mencerminkan nilai-nilai pendidikan Islam seperti keteladanan (uswah), pembiasaan (‘adah), nasihat (mau‘izhah), dan pengalaman langsung (tajribah). Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran untuk mata pelajaran PAI yang dikombinasikan dengan teori belajar dalam perspektif Islam memberikan hasil yang jauh lebih baik. Pengintegrasian model pembelajaran modern dengan prinsip-prinsip teori belajar Islam—seperti keteladanan (uswah), pembiasaan (‘adah), nasihat (mau‘izhah), dan pengalaman langsung (tajribah)—mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan aplikatif. Penelitian menghasilkan model integratif yang menghubungkan teori behaviorisme dengan pembiasaan ibadah, kognitivisme dengan penguatan pemahaman akidah, konstruktivisme dengan pembelajaran kontekstual, dan humanisme dengan pembinaan spiritual peserta didik.

Diterbitkan

2026-07-13