Peran Guru Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa SDS Pelangi Medan

Authors

  • Khairil Azmi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Andhika Perangin Angin Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Ichwanul Rasyid Siahaah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/invention.v7i2.3552

Keywords:

Peran Guru Pendidikan Islam, Karakter Religius, Keteladanan, Pembiasaan Keagamaan, Sekolah Dasar.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SDS Pelangi Medan. Kajian ini dilakukan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam menanamkan nilai-nilai religius serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembentukan karakter religius siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Islam, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter religius siswa melalui keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan keagamaan, bimbingan, dan pemberian motivasi. Keteladanan guru menjadi faktor utama yang mendorong siswa untuk meniru perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan program pembiasaan keagamaan mampu menumbuhkan kesadaran siswa dalam melaksanakan ajaran agama secara konsisten. Selain itu, keberhasilan pembentukan karakter religius didukung oleh budaya sekolah yang religius, komitmen guru, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, dan penggunaan teknologi digital yang kurang terkontrol. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius memerlukan sinergi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial agar nilai-nilai keagamaan dapat terinternalisasi secara optimal dalam diri peserta didik.

Downloads

Published

2026-07-06