Budaya Sungkan Sebagai Praktik Manajemen Emosi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Di Ruang Publik

Authors

  • Zahra Aliefa Ramadhanty Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Diah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Siti Fera Utami Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Agung Fauzi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/invention.v7i2.2788

Keywords:

Budaya Sungkan, Display Rules, Pengelolaan Emosi, Mahasiswa, Etnografi Mikro

Abstract

Budaya sungkan adalah salah satu nilai sosial yang masih kuat di dalam masyarakat Indonesia dan mempengaruhi cara individu menunjukkan emosi di berbagai situasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dari budaya sungkan serta menguraikan bagaimana budaya ini berperan dalam pengelolaan emosi mahasiswa di ruang publik dari sudut pandang Aturan Ekspresi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi mikro di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi yang partisipatif, serta dokumentasi terhadap tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Sosiologi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis etnografis yang mencakup analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sungkan dipahami sebagai bentuk rasa hormat dan kesadaran dalam menjaga norma kesopanan serta keharmonisan dalam hubungan sosial, bukan sebagai bentuk ketakutan. Praktik budaya sungkan berpengaruh terhadap cara mahasiswa mengendalikan dan menyesuaikan ekspresi emosi, terutama saat berinteraksi dengan orang yang memiliki otoritas lebih tinggi, seperti dosen dan mahasiswa yang lebih senior. Mahasiswa biasanya menahan atau menyesuaikan ekspresi emosi negatif supaya selaras dengan norma sosial yang ada di kampus. Temuan ini mengungkapkan bahwa budaya sungkan berperan sebagai aturan budaya yang membimbing ekspresi emosi seperti yang dijelaskan dalam konsep Aturan Ekspresi, sehingga membentuk cara komunikasi dan interaksi sosial di kalangan mahasiswa dalam konteks akademis.

Downloads

Published

2026-07-06