Ekonomi Islam Sebagai Sistem Nilai : Telaah Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis
DOI:
https://doi.org/10.51178/jecs.v8i1.3561Keywords:
Ekonomi Islam, Sistem Nilai, Ontologi, Epistemologi, AksiologiAbstract
Perkembangan system ekonomi modern yang lebih megutamakan pada segi material dan keuntungan finansial telah melahirkan berbagai permasalahn sosial, seperti ketimpangan ekonomi, krisis moral, dan kerusakan lingkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa system ekonomi modern seringkali memisahkan aktivitas ekonomi dari nilai etika dan spritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi islam sebagai system nilai melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui kajian berbagai literatur ekonomi islam, filsafat ilmu, serta pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi islam memiliki fondasi filosofis yang berbeda dengan ekonomi konvensional. Secara epistemologis, ekonomi islam menjadikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sember ilmu yang saling terintegrasi. Secara Ontologis, ekonomi islam memandang manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab moral didalam aktivitas ekonomi. Sementara itu, secara Aksiologis ekonomi islam bertujuan menciptakan kesejahteraan yang adil, seimbang, dan berkelanjutan. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan konsep ekonomi Islam sebagai sistem pembentukan kesadaran moral dan spiritual manusia, bukan hanya sebagai sistem keuangan syariah atau instrumen ekonomi alternatif. Dengan demikian, ekonomi Islam dapat dipahami sebagai sistem nilai yang mampu membangun perilaku ekonomi yang lebih manusiawi, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Darmawan, Firdaus Khotib Quswain, Agus Waluyo, Rina Rosia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















