Implementasi Budaya Mutu Pada Lembaga Pendidikan Islam Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.51178/ce.v6i3.3782Keywords:
Budaya Mutu, Lembaga Pendidikan Islam, MadrasahAbstract
Stigma historis yang menempatkan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) sebagai institusi kelas dua kini terbantahkan oleh lonjakan prestasi madrasah negeri di Kota Medan, namun kajian mutu pendidikan Islam masih cenderung parsial berfokus pada aspek manajerial atau kepemimpinan semata sehingga konsep budaya mutu sebagai perpaduan sistemik nilai kolektif dan mekanisme formal belum banyak dieksplorasi secara berjenjang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, pola implementasi, dan dampak budaya mutu pada LPI berjenjang (MIN, MTsN, dan MAN) di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dari wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumen terhadap kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, stakeholder, dan orang tua siswa yang dipilih secara purposif dan snowball, dianalisis melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mutu terwujud dalam tiga bentuk integrasi nilai ihsan dengan Standar Nasional Pendidikan, pelayanan prima, dan iklim kompetisi berprestasi yang diimplementasikan melalui kepemimpinan transformatif, internalisasi pembelajaran, dan audit mutu internal, meskipun partisipasi kolektif pemangku kepentingan eksternal masih relatif lemah. Dampaknya bersifat gradual sesuai jenjang, mencakup peningkatan prestasi akademik, penguatan karakter spiritual, dan daya saing kelembagaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya mutu LPI bersifat bertingkat dan terintegrasi, memerlukan konvergensi kepemimpinan, kepatuhan prosedural, dan kepemilikan kolektif untuk keberlanjutannya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Fadhli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














