Pendidikan Kesehatan Pada Keluarga Penderita TB Paru Terhadap Pencegahan Resiko Menular Di Huta III Tanjung Pasir Kec Tanah Jawa Kab. Simalungun

Authors

  • Norong Perangin-Angin, Riska Wani Putri Perangin-Angin, Lismawati, Armeysa Sembiring Akper Kesdam I/BB Pematangsiantar Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/cok.v2i2.729

Keywords:

Paru-Paru, TBC, Tuberculosis

Abstract

Penyakit Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik negara maju maupun negara berkembang (Depkes, 2007). Penyakit TB paru adalah termasuk penyakit kronis karena rentang penyembuhan yang memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 6-8 bulan selain pengobatannya yang berlangsung lama obat-obatan yang diberikan juga terbilang cukup banyak sehingga penderita merasa bosan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Penyakit TB Paru ini pada dasarnya bisa di sembuhkan dengan cara patuh minum obat secara teratur, salah satunya dengan cara minum obat selama enam sampai delapan bulan secara teratur. Namun kebanyakan dari masyarakat khususnya penderita TB Paru tidak patuh minum obat, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 10 september 2019 ditemukan 4 dari 6 orang penderita di huta III tanjung pasir Tulangan, mereka mengatakan merasa bosan minum obat, dan dari pihak keluarga mengatakan adanya keterbatasan keluarga dalam mengingatkan penderita TB paru untuk patuh minum obat secara teratur dikarenakan masing-masing anggota mempunyai aktivitas tersendiri, misalnya istri yang ikut serta mencari nafkah (bekerja). Indonesia merupakan urutan ketiga penderita TBC paru terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah penderita sekitar 10% dari total jumlah penderita di dunia (DepKes RI 2007). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan penderita TBC yang cukup besar dari tahun ke tahun. Tahun 2010 tercatat total kasus TBC sebanyak 36.352 kasus. Tahun 2011 tercatat total kasus TBC sebanyak 37.236 kasus. Sementara untuk hasil pengobatan dan kasus yang diobati pada tahun 2010 yang hasilnya diketahui pada tahun 2011, pasien yang disembuhkan sebanyak 19.568 (88 %), yang gagal disembuhkan 146 dan yang putus berobat sebanyak

Downloads

Published

2022-07-13