Pemberdayaan Keagamaan Masyarakat Kelurahan Bosar Maligas Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun

Authors

  • Syahrizal Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Eko Priadi Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Irmansyah Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Aisyyiatur Rahimah Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Dwi Pratiwi Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Windi Anggraini Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Meysa Aulia Abna Sitorus Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Rieke Aulia Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia
  • Dayu Ismaya Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/cok.v8i2.3156

Keywords:

Pengabdian Masyarakat, KKN Integratif, Pemberdayaan Keagamaan, Manajemen Masjid, Remaja Masjid

Abstract

Kelurahan Bosar Maligas, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun memiliki modal sosialkeagamaan yang cukup kuat, namun belum tergarap secara terstruktur, khususnya pada kurikulum mengaji ba'da maghrib, materi majelis perwiridan ibu-ibu, kelembagaan remaja masjid (IRMAS), dan administrasi ta'mir masjid. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (PkM-KKN) Integratif ini bertujuan mendampingi dan menguatkan potensi religius masyarakat tanpa menggantikan kegiatan yang telah berjalan. Kegiatan dilaksanakan selama lima pekan (6 Juli–10 Agustus 2026) menggunakan pendekatan participatory action, meliputi observasi lapangan, silaturahim tokoh agama, kepanitiaan bersama, serta pendampingan dan musyawarah rutin. Program mencakup Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dalam bentuk Lomba Anak Sholeh, Maghrib Mengaji, Bimbingan Praktik Ibadah pengganti Pelatihan Fardhu Kifayah, Pelatihan Manajemen Masjid, Pembinaan Remaja Masjid (IRMAS), dan Pendampingan Majelis Perwiridan Ibu-Ibu. Hasil kegiatan menunjukkan capaian baik hingga sangat baik pada empat program (PHBI 100%, Maghrib Mengaji ±87%, Manajemen Masjid ±75%, Perwiridan Ibu-Ibu ±71%), sedangkan Pembinaan IRMAS baru mencapai ±33% dan Pelatihan Fardhu Kifayah belum terlaksana sesuai rencana awal. Dampak paling nyata bukan pada jumlah program, melainkan pada tumbuhnya motivasi dan kesediaan Masyarakat ta'mir, guru MDTA, remaja, dan ibu-ibu perwiridan untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri pascapengabdian.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles