Gamelan Palegongan Desa Adat Pemogan Kajian Organologi, Musikalitas, dan Fungsi

Authors

  • I Gede Teguh Jati Baskara Institut Seni Indonesia Bali, Indonesia
  • I Komang Sudirga Institut Seni Indonesia Bali, Indonesia
  • I Gede Mawan Institut Seni Indonesia Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/cok.v5i2.2824

Keywords:

Gamelan Palegongan, Organologi, Musikalitas, Karawitan Bali

Abstract

Seni karawitan Bali memiliki peran penting dalam kehidupan religius dan sosial masyarakat Bali. Gamelan Palegongan, yang awalnya diciptakan sebagai pengiring tari Legong Keraton, mengalami pergeseran fungsi signifikan seiring perubahan zaman. Kini, Palegongan lebih banyak digunakan dalam pelawatan seperti Telek, Barong, dan Rangda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Gamelan Palegongan di Desa Adat Pemogan secara mendalam melalui tiga aspek utama: organologi, musikalitas, dan fungsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka. Melalui pendekatan etnomusikologis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran holistik tentang bagaimana Gamelan Palegongan diposisikan dalam struktur budaya masyarakat Pemogan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gamelan Palegongan di Desa Adat Pemogan memiliki organologis dengan struktur laras pelog lima nada. Secara musikal, terdapat teknik permainan yang mengedepankan estetika meditatif. Namun secara fungsional, gamelan ini mulai tersisih oleh jenis barungan lain yang dianggap lebih “sakral” dan energik oleh masyarakat. Temuan ini mempertegas perlunya strategi pelestarian yang tidak hanya bersifat dokumentatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan spiritual masyarakat Bali.

Downloads

Published

2025-08-24