Tari Sandar di Pura Luhur Ulun Swi Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
DOI:
https://doi.org/10.51178/cok.v5i2.2823Keywords:
Tari Sandar, Pura Luhur Ulun Swi, Sakral, Bentuk, MaknaAbstract
Tari Sandar merupakan salah satu tari upacara yang dipentaskan dalam rangkaian upacara Dewa Yadnya di Pura Luhur Ulun Swi, Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami Tari Sandar yang ada di Pura Luhur Ulun Swi, Desa Adat Seseh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Awal mula Tari Sandar; (2) Bentuk pertunjukan Tari Sandar; (3) Makna yang terkandung dalam pertunjukan Tari Sandar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori religi, teori estetika Hindu serta teori semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemunculan Tari Sandar ditandai dengan peristiwa tapel Barong Ket dihanyutkan dari wilayah Jimbaran karena dianggap tidak layak, lalu terdampar di pesisir Desa Adat Seseh. Peristiwa tersebut diyakini sebagai pawisik, kemudian tapel itu diabadikan sebagai benda suci di Pura Luhur Ulun Swi, peristiwa tersebut kemudian diyakini sebagai cikal bakal lahirnya Tari Sandar. (2) Bentuk pertunjukan Tari Sandar dapat dikategorikan sebagai dramatari, yang melibatkan beberapa lakon yaitu penari Sandar, Jauk Kembar, Topeng Tua, dan Topeng Telek. (3) Makna yang terkandung dalam Tari Sandar terepresentasi melalui alur pertunjukan tersusun atas dasar penanda dan petanda yang dapat dibaca secara denotatif, konotatif, maupun dalam bentuk mitos. Sebagai kesenian sakral, Tari Sandar menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Adat Seseh dan terus dijaga keberlanjutannya melalui siklus upacara dan keterlibatan kolektif warga setempat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 I Putu Ananta Wira Adhyatma, Ida Ayu Trisnawati, I Ketut Sariada

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.