Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Barang Bekas untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.51178/jesa.v7i4.2678Keywords:
Media Pembelajaran, Barang Bekas, Kreativitas, Hasil Belajar, Sekolah DasarAbstract
Pembelajaran di sekolah dasar perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman konkret, eksplorasi, dan penciptaan karya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan guru ialah media pembelajaran berbasis barang bekas, seperti botol plastik, kardus, kertas, dan tutup kemasan yang telah dibersihkan. Artikel ini disusun untuk mengkaji penerapan media berbasis barang bekas sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Rancangan yang disarankan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bersiklus melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kreativitas diamati melalui indikator kelancaran menghasilkan ide, orisinalitas, keluwesan penggunaan bahan, ketekunan, dan kemampuan menyelesaikan karya; hasil belajar dinilai melalui asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Karena data kelas, jumlah peserta, nilai awal, dan hasil tindakan belum diberikan, naskah ini merupakan draf akademik yang perlu dilengkapi dengan data nyata sebelum digunakan atau dikirimkan sebagai artikel hasil penelitian. Draf ini menempatkan barang bekas bukan sekadar bahan murah, tetapi sumber belajar kontekstual yang dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pemecahan masalah, kepedulian lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab.


