Pemanfaatan Kotak Misteri (Mystery Box) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Ririn Utami Ningrum UPT SPF SDN 101873 Desa Baru, Indonesia
  • Sulistriani UPT SPF SDN 101873 Desa Baru, Indonesia
  • Ika Prisnawati UPT SPF SDN 101873 Desa Baru, Indonesia
  • Muriani UPT SPF SDN 101873 Desa Baru, Indonesia
  • Aisyah UPT SPF SDN 101873 Desa Baru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/jesa.v7i4.2676

Keywords:

Kata Kunci: Metode Wahdah, Menghafal Al-Qur’an, Siswa Pemula, Tahfidz, Strategi Pembelajaran

Abstract

Keaktifan belajar merupakan unsur penting dalam pembelajaran sekolah dasar karena memberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati, bertanya, mencoba, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan. Jurnal ini bertujuan menguraikan potensi pemanfaatan kotak misteri (mystery box) sebagai media pembelajaran untuk mendorong keterlibatan siswa serta merumuskan langkah penerapannya di kelas. Jurnal disusun menggunakan pendekatan kajian pustaka naratif dengan menelaah literatur tentang keterlibatan belajar, pembelajaran aktif, pengalaman belajar, dan penggunaan media konkret. Kotak misteri dipahami sebagai wadah tertutup berisi benda, gambar, kartu pertanyaan, atau petunjuk yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Siswa secara bergiliran memilih, meraba atau mengamati isi sesuai aturan, mengajukan dugaan, menjelaskan alasan, dan mendiskusikan jawaban bersama teman. Sintesis konseptual menunjukkan bahwa media ini berpotensi menciptakan rasa ingin tahu, memperluas kesempatan berpartisipasi, dan menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret apabila pertanyaan dirancang sesuai usia dan tujuan pembelajaran. Namun, kotak misteri tidak otomatis meningkatkan keaktifan; keberhasilannya bergantung pada fasilitasi guru, pemerataan giliran, suasana kelas yang aman, serta refleksi setelah kegiatan. Karena artikel ini merupakan kajian pustaka dan bukan laporan eksperimen, tidak disajikan data kuantitatif tentang peningkatan keaktifan. Artikel merekomendasikan penggunaan lembar observasi untuk mengevaluasi partisipasi siswa dan penelitian tindakan kelas untuk menguji dampaknya secara empiris. Kerangka yang diusulkan dapat menjadi titik awal bagi guru untuk merencanakan pembelajaran partisipatif sekaligus mengumpulkan bukti yang lebih sistematis.

Downloads

Published

2026-10-16

Issue

Section

Articles