Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.51178/jesa.v7i4.2647Keywords:
Kemandirian Belajar, Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah DasarAbstract
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara mendalam efektivitas penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas IV di UPT SPF SDN 104230 Tanjung Sari. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemandirian belajar siswa yang ditandai dengan ketergantungan tinggi pada petunjuk guru, kurangnya inisiatif menyelesaikan tugas, serta ketidakmampuan mengelola waktu belajar secara mandiri. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup empat tahapan mendasar: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa (17 laki-laki dan 12 perempuan). Data dikumpulkan melalui instrumen observasi non-tes, angket kemandirian belajar, wawancara terstruktur, serta dokumentasi portfolio proyek. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemandirian belajar siswa. Pada kondisi pra-siklus, rata-rata tingkat kemandirian belajar siswa hanya mencapai 42,5% (kategori rendah). Setelah penerapan PjBL pada Siklus I, persentase kemandirian belajar meningkat menjadi 64,8% (kategori sedang/cukup mandiri), dan mengalami peningkatan optimal pada Siklus II mencapai 86,2% (kategori sangat mandiri), melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%. Dimensi kemandirian yang mengalami peningkatan paling signifikan adalah inisiatif belajar, tanggung jawab terhadap tugas proyek, dan kemampuan pemecahan masalah secara terstruktur. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Proyek terbukti secara empiris efektif dan berkelanjutan dalam membina kemandirian belajar siswa sekolah dasar.








