Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Kegiatan Presentasi Kelompok di Kelas VC SDN 106826 Sidodadi
DOI:
https://doi.org/10.51178/jesa.v7i4.2627Keywords:
Keterampilan Berbicara, Presentasi Kelompok, Penelitian Tindakan Kelas, Sekolah Dasar, Fase CAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa Kelas VC SDN 106826 Sidodadi melalui penerapan kegiatan presentasi kelompok. Keterampilan berbicara merupakan salah satu fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C, namun kondisi objektif di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kendala berupa keterbatasan kosakata, kecemasan berbicara di depan umum, kurangnya artikulasi dan intonasi yang tepat, serta ketidakberanian dalam menyampaikan gagasan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 orang siswa kelas V-C, yang terdiri atas 8 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi unjuk kerja berbicara, tes lisan/presentasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif untuk mengukur ketercapaian aspek kelancaran, kelogisan, tata bahasa, dan intonasi, serta kualitatif untuk mengamati dinamika afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa yang sangat signifikan. Pada kondisi Prasiklus, rerata nilai keterampilan berbicara siswa hanya mencapai 58,50 dengan ketuntasan belajar klasik sebesar 30% (6 siswa tuntas). Setelah diterapkan tindakan Siklus I dengan strategi presentasi kelompok terstruktur, rerata nilai meningkat menjadi 69,25 dengan ketuntasan belajar klasik mencapai 60% (12 siswa tuntas). Selanjutnya, pada Siklus II, dilakukan penyempurnaan media visual, pembagian peran kelompok yang lebih proporsional, serta pemberian penguatan positif, sehingga rerata nilai meningkat secara drastis menjadi 82,75 dengan ketuntasan belajar klasik mencapai 90% (18 siswa tuntas). Hasil ini telah melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan yaitu ketuntasan klasik minimal 80%. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan presentasi kelompok secara efektif mampu membangun keberanian, meningkatkan runtutan berpikir, memperkaya pembentukan kalimat lisan, dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa kelas sekolah dasar.








