Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Media Benda Konkret Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.51178/jesa.v7i4.2233Keywords:
Kemampuan Berhitung, Benda Konkret, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan dan pengurangan matematika siswa kelas II-C SD Negeri 101874 Tumpatan Nibung melalui pemanfaatan media benda konkret. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 25 siswa kelas II-C Fase A pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Data penelitian dikumpulkan melalui tes kemampuan berhitung (post-test tiap siklus), lembar observasi aktivitas belajar siswa, lembar observasi kinerja guru, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media benda konkret seperti stik es krim, manik-manik warna-warni, dan batu kerikil secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Pada kondisi pra-siklus (prasurvei), ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 32% (8 siswa) dengan nilai rata-rata kelas 56,4. Setelah dilakukan tindakan Siklus I, persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 60% (15 siswa) dengan nilai rata-rata 68,8. Selanjutnya pada Siklus II, terjadi peningkatan yang sangat signifikan di mana ketuntasan belajar siswa mencapai 88% (22 siswa) dengan nilai rata-rata kelas mencapai 83,2. Hasil ini telah melampaui indikator keberhasilan klasikal yang ditetapkan yaitu 80%. Di samping itu, keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami kenaikan dari kriteria cukup aktif (62,5%) pada Siklus I menjadi sangat aktif (86,0%) pada Siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media benda konkret efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung matematika pada siswa kelas II Sekolah Dasar.








