Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai-Nilai Aswaja untuk Meningkatkan Kapasitas Kader MWCNU Sungai Melayu Rayak
DOI:
https://doi.org/10.51178/jecs.v8i1.3755Keywords:
Aswaja, Kapasitas Kader, MWCNU, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Strategi OrganisasiAbstract
Pengembangan sumber daya manusia pada organisasi keagamaan tidak hanya memerlukan peningkatan kompetensi, tetapi juga penguatan nilai dan karakter kader. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dalam meningkatkan kapasitas kader MWCNU Sungai Melayu Rayak, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap perkembangan kader. Ruang lingkup kajian mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, internalisasi nilai Aswaja, dan perubahan kapasitas kader. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dipilih secara purposif dan berjumlah sembilan orang yang terdiri atas pimpinan, pengurus, pimpinan badan otonom, dan kader. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Kredibilitas temuan dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kader direncanakan secara partisipatif melalui musyawarah dan dilaksanakan melalui kajian ke-NU-an, kegiatan selapanan, kaderisasi formal, pelatihan kepemimpinan, pelatihan fardu kifayah, dan pelayanan sosial. Nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal diinternalisasikan melalui amaliyah, fikrah, dan harakah. Strategi tersebut mendukung peningkatan pemahaman Aswaja, kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, loyalitas, spiritualitas, dan kepedulian sosial kader. Pelaksanaannya didukung oleh kepercayaan masyarakat, tokoh agama, struktur organisasi, dan semangat pengabdian, tetapi dibatasi oleh anggaran, waktu, kondisi geografis, sarana, dokumentasi, dan kemampuan teknologi. Temuan menegaskan perlunya mempertahankan pembinaan kultural sekaligus memperkuat kaderisasi berjenjang, kompetensi teknis-manajerial, pendanaan, dan sistem evaluasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Faturohman, Marhamah, Rosadi Jamani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















