Penguatan Bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Darul Iman Aceh Tenggara dalam Upaya Pembentukan Karakter Santri
DOI:
https://doi.org/10.51178/jsr.v7i1.3466Keywords:
Penguatan Bahasa Indonesia, Pembentukan Karakter, PesantrenAbstract
Bahasa sebagai alat komunikasi utama, menjadi kunci dalam menggali ilmu mengembangkan wawasan, dan memperluas cakrawala berpikir. Dalam penggunaannya bahasa memiliki tingkatan yang dipengaruhi oleh status sosial, lingkungan ataupun golongan. Di sinilah pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai pembentukan karakter santri. Untuk memproleh data terhadap penelitian yang dilakukan di Pesantren Darul Iman Aceh Tenggara maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fonomenologi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, pertama pesantren merupakan tempat yang baik untuk menerapkan pendidikan karakter karena lebih kondusif dalam pembelajaran. Kegiatan sehari-hari siswa dalam segala ucapan, sikap, dan perilakunya mencerminkan karakter yang baik dengan tujuan menjadikan pesantren salah satu sumber daya yang penting untuk mengembangkan kurikulum yang memuat secara eksplisit tentang pendidikan karakter. Oleh karena itu, santri yang tinggal di pesantren memiliki kesempatan yang lebih luas dan leluasa untuk menempa diri dengan berbagai kegiatan literasi sastra. Pesantren Darul Iman Aceh Tenggara berupaya untuk membentuk tradisi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dengan melibatkan guru bahasa Indonesia. Penerepan penggunaan Bahasa Indoesia berlaku pada kegiatan kurikulum sekolah, kurikulum pesantren dan kegiatan ekstrakurikuler. Kedua, Kegiatan-kegiatan dalam kurikulum pesantren Darul Iman Aceh Tenggara menekankan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, pada pendidikan kecakapan hidup hal-hal yang menjadi ciri pokoknya adalah kecakapan mengenai potensi diri, kecakapan berpikir, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan keterampilan. Pendidikan kecakapan hidup sebagaimana yang diterapkan tersebutdengan mengaplikasikan pembelajaran padat jam dapat berguna bagipeserta didik untuk mampu bertahandalam kondisi sulit, tumbuh, dan berkembang sertamemiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berhubungan, baik secarindividu,kelompok dalam suatu sistem dengan kondisi dan situasi tertentu. Para santri diharapkan akan menyadari arti penting dan sedemikian urgensinya maknadan posisi iman dan takwa dalam kehidupan ini. Karena itu, mereka harus mempunyai sebuah pemahaman yang holistic pada keseluruhan dimensi kehidupan. Jadi, strategi utama dalam penguatan bahasa Indoneisa terhadap pembenetukan karakter santri dengan menekankan pada kegiatan pembelajaran, beribadah, kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan guru-guru yang didasarkan pada nilai-nilai pendidikan akhlak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurfitriyani Sembiring

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












