Pemetaan Tingkat Kesiapan dan Tingkat Penguasaan Siswa Kelas XI DPIB dalam Software Autocad 2D Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Prakerin di SMKN 1 Tuban

Authors

  • Marsa Anindita Widyaningtiyas Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Desy Ratna Arthaningtyas Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/invention.v7i2.3573

Keywords:

Ketigakesiapan Siswa, AutoCAD 2D, Praktik Kerja Industri, Pemetaan Kompetensi, Pendidikan Vokasi

Abstract

Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan salah satu program pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Keberhasilan pelaksanaan Prakerin dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat kesiapan siswa dan penguasaan kompetensi teknis yang relevan dengan bidang keahlian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesiapan dan penguasaan software AutoCAD 2D serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap pelaksanaan Prakerin pada siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 1 Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 35 siswa kelas XI DPIB 1 yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket kesiapan siswa, tes penguasaan AutoCAD 2D, serta dokumentasi nilai Prakerin. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, pemetaan kuadran, regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan siswa memiliki rata-rata sebesar 78,66 dan penguasaan AutoCAD 2D sebesar 79,31 yang keduanya berada pada kategori tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa 18 siswa memiliki kendala dominan pada aspek kesiapan diri, sedangkan 17 siswa memiliki kendala dominan pada penguasaan AutoCAD 2D. Secara parsial, tingkat kesiapan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelaksanaan Prakerin, sedangkan penguasaan AutoCAD 2D tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan Prakerin dengan kontribusi sebesar 49,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Prakerin tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kesiapan mental dan kemampuan adaptasi siswa terhadap lingkungan kerja.

Downloads

Published

2026-07-09