Fungsi Konflik Sosial Antar Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Belakang FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ciwaru: Analisis Teori Lewis A.Coser

Authors

  • Fauriza Akbar Fadillah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Stevany Afrizal Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/invention.v7i1.3343

Keywords:

Konflik Sosial, Pedagang, Kawasan kampus, Lewis A Coser

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik sosial antar pedagang di kawasan belakang FKIP Untirta Ciwaru, Kota Serang, dengan menggunakan perspektif teori konflik Lewis A. Coser. Kawasan tersebut merupakan ruang ekonomi informal dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi memunculkan konflik, seperti persaingan lokasi, perebutan pelanggan, dan perbedaan kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya bersifat destruktif, tetapi juga memiliki fungsi positif. Sesuai pandangan Coser, konflik berperan dalam memperjelas batas peran, menegosiasikan aturan informal, serta membangun kembali hubungan sosial yang lebih stabil setelah terjadi ketegangan. Konflik umumnya dipicu oleh faktor ekonomi, ketidakpastian ruang dagang, serta minimnya regulasi dari pihak kampus dan pemerintah setempat. Meskipun demikian, para pedagang tetap mampu mempertahankan hubungan sosial melalui komunikasi, kompromi, dan penyesuaian terhadap norma lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian konflik sosial pada sektor ekonomi informal serta menjadi masukan praktis bagi pedagang, pihak kampus, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan tertib.

Downloads

Published

2026-03-31