Perencanaan Dan Pengelolaan Sarana Ibadah di SMP Dengan Keterbatasan Fasilitas Mushola
DOI:
https://doi.org/10.51178/invention.v7i1.3272Abstract
Sarana ibadah merupakan bagian penting dalam pembinaan karakter keagamaan siswa. Namun, tidak semua sekolah memiliki mushola yang memadai dari segi luas, kelengkapan dan kelayakan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengelolaan sarana ibadah di SMP Kemala Bhayangkari 3 Jakarta yang memiliki keterbatasan mushola, serta mengkaji strategi alternatif yang dilakukan sekolah untuk memastikan kegiatan keagamaan tetap berjalan optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan sarana ibadah masih bersifat jangka pendek dan terbatas pada perawatan rutin, sementara pengelolaan belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan sarana dan prasarana pendidikan. Keterbatasan lahan menjadi hambatan utama dalam pengembangan mushola. Sebagai solusi, sekolah menjalin kerja sama dengan masjid warga di sekitar sekolah sebagai alternatif tempat pelaksanaan sholat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan sarana ibadah tidak menghambat program keagamaan sekolah selama didukung oleh strategi pengelolaan dan kemitraan yang efektif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pipih Sopiah, Endin Mujahidin, Ahmad Sastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









