Seni Membimbing dalam Perspektif Al-Qur’an dan Psikologi: Upaya Pengawas Sekolah Dalam Menghapus Stigma ‘Cari Kesalahan’

Authors

  • Anshar Rizqie UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia
  • Suriagiri UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/invention.v6i3.3093

Keywords:

Pengawas Sekolah, Seni Membimbing, Al-Qur'an

Abstract

Eksistensi pengawas sekolah dalam sistem supervisi pendidikan merupakan pilar strategis yang menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan nasional. Namun, implementasinya di lapangan sering kali terhambat oleh stigma negatif yang memposisikan pengawas sebagai pihak yang hanya "mencari kesalahan" atau menyudutkan guru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep "seni membimbing" melalui integrasi perspektif Al-Qur’an dan Psikologi dapat menjadi upaya efektif untuk menghapus stigma tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa "seni membimbing" merupakan pendekatan yang menekankan bahwa seorang pengawas harus mampu membimbing diri sendiri sebelum membimbing orang lain. Pendekatan ini berlandaskan pada tiga pilar pengembangan aspek internal pengawas, yaitu: penataan niat yang tulus untuk mencari rida Allah agar terhindar dari perilaku sia-sia ; pengembangan ilmu pengetahuan yang selalu diperbarui (update) agar memiliki kredibilitas dalam memecahkan masalah ; serta pengelolaan kesehatan mental yang stabil melalui ketenangan jiwa dan zikir. Selanjutnya, strategi implementasi bimbingan di sekolah dilakukan melalui komunikasi yang lembut (qawlan layyinan) untuk meminimalisir resistensi emosional, pemberian keteladanan (uswah hasanah) untuk menumbuhkan rasa hormat alami, serta penggunaan metode debat positif sebagai sarana menyerap aspirasi dan keluhan guru secara produktif. Melalui pendekatan yang humanis dan integratif ini, pengawas sekolah diharapkan dapat mereposisi perannya dari sekadar pengawas administratif menjadi mitra strategis guru. Dengan demikian, tercipta hubungan harmonis dan dialog konstruktif yang secara kolektif berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu tinggi.

Downloads

Published

2026-01-08

Issue

Section

Articles