Pupuh Raehan Sebagai Basis Model Pembelajaran Digital-Interaktif pada Pendidikan Seni di SMK
DOI:
https://doi.org/10.51178/ce.v7i1.3198Keywords:
Pembelajaran Digital-Interaktif, Pupuh Raehan, Pendidikan Seni, Identitas Budaya, SMKAbstract
Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pembelajaran seni budaya di sekolah menengah kejuruan (SMK). Seni tradisional, termasuk pupuh Sunda, kerap mengalami penurunan minat belajar karena dianggap kurang relevan dengan karakteristik peserta didik vokasional. Hadirnya Pupuh raehan karya Yus Wiradiredja dalam repertoar pupuh Sunda adalah salah satu karya inovasi yang mencoba memberikan alternatif agar Pupuh Sunda Kembali eksis dan diminati oleh siswa. Perlu adanya strategi dan inovasi agar seni tradisional termasuk pupuh sunda dapat eksis kembali di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model pembelajaran digital-interaktif berbasis Pupuh Raehan dalam penguatan identitas budaya siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Subjek penelitian adalah siswa kelas X program keahlian Perhotelan di SMK KP Baros Arjasari Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran digital-interaktif berbasis Pupuh Raehan mampu meningkatkan keterlibatan dan apresiasi siswa terhadap seni pupuh Sunda. Integrasi media digital menjadikan proses pembelajaran lebih kontekstual, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Selain meningkatkan motivasi belajar, model ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya siswa melalui pemahaman nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam Pupuh Raehan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran seni berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap teknologi sebagai upaya revitalisasi seni tradisional dalam pendidikan vokasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eva Nur Amalia, Jaeni, Yahfenel Evi Fussalam, Rizki Ferry Ramdani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














