Legasi Intelektual Hadis Syekh Muhammad Ja’far Al-Mandili (1896-1958 M)

Authors

  • Zainal Abidin UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/khazanah.v4i4.3373

Keywords:

Muhammad Ja’far Al-Mandili, Hadis Dan Ilmu Hadis, Pemikiran

Abstract

Artikel ini fokus mengkaji tentang Syekh Muhammad Ja’far dan jejak legasi keilmuannya di bidang hadis dan ilmu hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dan mengasilkan temuan: Syekh Muhammad Ja’far lahir di Makkah dari keturunan ulama Mandailing yang berdiaspora di Pusat Islam. Meskipun lahir di Tanah Haram ia berkiprah di Tanah Mandailing. Silsilah keilmuannya diawali dengan belajar langsung kepada ayahnya kemudian kepada beberapa ulama yang menetap di Makkah-Madinah. Pemikiran hadisnya adalah Sunnah adalah sinonim hadis namun lebih luas cakupannya dibanding dengan hadis, sanad adalah rangkaian para periwayat hadis, matan adalah teks yang terletak di akhir sanad baik berupa perkataan, perbuatan maupun persetujuan/ketetapan Nabi Muhammad. Legasi intelektualnya di bidang hadis dan ilmu hadis bisa dilihat pada kitab “Sullam al-hadis fi Mustalah al-Hadis” dan berbagai pengajian yang membahas hadis dan ilmu hadis.

Downloads

Published

2026-04-10