Model Pembelajaran Hybrid Pada Pesantren Modern: Evaluasi Efektivitas Pembelajaran Agama dan Umum di Pesantren

Authors

  • Syadidul Kahar Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/khazanah.v5i2.3076

Keywords:

Hybrid Learning, Pesantren Modern, Efektivitas Pembelajaran, Kurikulum

Abstract

Integrasi kurikulum agama dan umum di pesantren modern sering kali memicu problem kepadatan beban akademis yang berdampak pada penurunan efisiensi belajar santri. Di sisi lain, arus digitalisasi menuntut pesantren untuk adaptif tanpa mendegradasi nilai spiritualitas aslinya. Model pembelajaran hibrida (hybrid learning) hadir sebagai jembatan metodologis yang potensial, namun evaluasi sistemik mengenai efektivitasnya di lembaga asrama religius masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data sekunder diperoleh melalui penelusuran pangkalan data ilmiah dari rentang tahun 2021–2026 yang mengkaji digitalisasi kurikulum pesantren. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan analisis tematik melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula ideal hybrid learning di pesantren modern menerapkan proporsi 70% sinkron fisik untuk kurikulum keagamaan dan pembiasaan akhlak, serta 30% asinkron digital untuk kurikulum sains-umum berbasis Learning Management System (LMS). Model ini efektif mengoptimalkan alokasi waktu sehingga mereduksi kepadatan jadwal santri, serta memodifikasi elemen insentif melalui konstruktif budaya ketaatan terhadap kiai. Model pembelajaran hybrid berbasis tata kelola internal efektif menjadi resolusi struktural yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas teknologi abad ke-21 dengan sakralitas nilai luhur kepesantrenan tanpa memicu sekularisasi digital.

Downloads

Published

2026-07-11