Integrasi Epistemologi Islamic Studies dan Pluralisme: Rekonstruksi Kurikulum Keagamaan di Lembaga Pendidikan Islam
DOI:
https://doi.org/10.51178/khazanah.v5i2.3075Keywords:
Epistemologi, Kurikulum Keagamaan, Pendidikan Agama Islam, Pluralisme, Rekonstruksi KurikulumAbstract
Kurikulum keagamaan di lembaga pendidikan Islam dalam konteks kontemporer dihadapkan pada tantangan eksklusivisme teologis yang berdampak pada munculnya sikap intoleransi di kalangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dominasi epistemologis dalam kurikulum keagamaan dan merumuskan model rekonstruksi kurikulum yang ramah terhadap nilai-nilai pluralisme. Melalui penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan hermeneutika kritis-emansipatoris, penelitian ini membedah dokumen kurikulum resmi dan Buku Teks Utama Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Menengah Atas yang diterbitkan oleh Kementerian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur narasi materi keagamaan (Fiqih, Akidah Akhlak, SKI) saat ini masih didominasi secara hegemonik oleh epistemologi bayani yang bersifat tekstual-literal, sehingga melahirkan kurikulum yang tertutup dan bias teologis terhadap kelompok lain. Penelitian ini menawarkan blueprint rekonstruksi Kurikulum Keagamaan dengan memadukan secara harmonis antara nalar teks, nalar kritis-sosiologis, dan nalar empati spiritual-kemanusiaan. Implikasi dari penelitian ini memberikan arah teoretis dan metodologis bagi pengembang kurikulum di Kementerian dalam merevisi buku teks PAI masa depan yang lebih adaptif terhadap realitas pluralisme sosial di Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sapirin Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










