Ketika Google Menjadi Guru: Relevansi Konsep Murabbi dalam Menghadapi Pergeseran Otoritas Ilmu Pada Generasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.51178/khazanah.v5i1.3043Keywords:
Google Menjadi Guru, Konsep Murabbi, Otoritas IlmuAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola akses dan konstruksi pengetahuan masyarakat, khususnya pada generasi digital yang semakin menjadikan mesin pencari seperti Google sebagai sumber utama informasi. Fenomena ini memunculkan pergeseran otoritas ilmu dari pendidik menuju algoritma digital yang bekerja berdasarkan relevansi data, bukan validitas ilmiah maupun nilai-nilai pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pergeseran otoritas ilmu pada generasi digital, menjelaskan keterbatasan otoritas algoritmik dalam perspektif pendidikan Islam, serta mengkaji relevansi konsep murabbi sebagai paradigma pendidikan dalam menghadapi transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui telaah kritis terhadap berbagai buku, artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta dokumen akademik yang berkaitan dengan pendidikan Islam, literasi digital, otoritas ilmu, dan transformasi digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah merekonstruksi akses pengetahuan menjadi lebih terbuka dan cepat, tetapi sekaligus melahirkan otoritas algoritmik yang berpotensi menggeser peran pendidik sebagai sumber rujukan utama. Meskipun Google mampu menyediakan informasi secara instan, teknologi tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pembinaan moral, internalisasi nilai, maupun pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, konsep murabbi tetap memiliki relevansi yang kuat sebagai pendidik yang tidak hanya mentransmisikan ilmu, tetapi juga membimbing, membina adab, serta mengintegrasikan aspek intelektual, spiritual, dan moral dalam proses pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam pada era digital memerlukan integrasi antara pemanfaatan teknologi dan penguatan peran murabbi agar proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan peserta didik yang kaya informasi, tetapi juga memiliki karakter, kebijaksanaan, dan tanggung jawab moral.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Izzah Maulidiyah, Sandi Swasta Agung, Azizah Hanum OK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










