Transformasi Pembelajaran di Era Digital: Strategi Guru Sekolah Dasar dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Inovatif, Inklusif, Dan Bermakna

Authors

  • Lestari UPT SPF 106186 Kubah Sentang, Indonesia
  • Rina UPT SPF 106186 Kubah Sentang, Indonesia
  • Alfin Sahrin UPT SPF 106186 Kubah Sentang, Indonesia
  • Nurasiah UPT SPF 106186 Kubah Sentang, Indonesia
  • Dwi Syahwani UPT SPF 106186 Kubah Sentang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/jerh.v4i3.3810

Keywords:

Transformasi Digital, Media Interaktif, Penelitian Tindakan Kelas, Kelas 1 SD, Pembelajaran Inklusif dan Bermakna

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas penerapan strategi pembelajaran berbasis media digital interaktif (seperti Wordwall, PowerPoint Interaktif berbasis audio-visual, dan video animasi edukatif) dalam mewujudkan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan bermakna pada peserta didik Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas 1 SD Fase A UPT SPF 106186 Kubah Sentang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, dengan jumlah total 28 orang (18 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar (literasi dan numerasi dasar), dokumentasi, serta lembar wawancara reflektif guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada partisipasi aktif dan ketuntasan hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 35,71% (10 siswa) dengan rata-rata kelas 61,2. Setelah dilaksanakan Tindakan Siklus I, persentase ketuntasan meningkat menjadi 64,28% (18 siswa) dengan rata-rata nilai 72,5. Selanjutnya, pada Siklus II dengan penyempurnaan diferensiasi media digital dan pendampingan khusus, ketuntasan klasikal berhasil mencapai 89,28% (25 siswa) dengan rata-rata nilai kelas 85,4. Pembelajaran berbasis digital interaktif terbukti mampu menciptakan iklim kelas yang inklusif bagi seluruh siswa laki-laki dan perempuan, meningkatkan keterlibatan emosional serta kognitif, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna sesuai karakteristik anak usia dini pada Fase A Kurikulum Merdeka.

Downloads

Published

2026-10-18

How to Cite

Lestari, L., Rina, R., Sahrin, A., Nurasiah, N., & Syahwani, D. (2026). Transformasi Pembelajaran di Era Digital: Strategi Guru Sekolah Dasar dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Inovatif, Inklusif, Dan Bermakna. Journal of Educational Research and Humaniora (JERH), 4(3), 159–167. https://doi.org/10.51178/jerh.v4i3.3810

Issue

Section

Articles