Dialektika Islam dan Budaya Lokal: Analisis Nilai Kemanusiaan dalam Tradisi Nusantara
DOI:
https://doi.org/10.51178/jerh.v4i1.3415Keywords:
Islam Nusantara, Budaya Lokal, Dialektika Agama dan Budaya, Akulturasi, Nilai KemanusiaanAbstract
Penelitian ini menganalisis dialektika antara Islam dan budaya lokal di Nusantara dengan fokus pada pembentukan nilai kemanusiaan dalam tradisi masyarakat. Studi ini bertolak dari asumsi bahwa interaksi agama dan budaya tidak berlangsung secara satu arah, tetapi melalui proses integrasi, negosiasi, dan adaptasi yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menelaah literatur akademik terbitan 2020–2026 yang relevan dengan tema Islam Nusantara, hubungan agama dan budaya, serta teori akulturasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam di Nusantara berkembang melalui mekanisme akulturasi yang selektif dan kontekstual. Ajaran normatif Islam tetap dipertahankan sebagai fondasi teologis, sementara unsur budaya lokal mengalami penafsiran ulang agar selaras dengan prinsip keadilan, musyawarah, solidaritas, dan toleransi. Proses ini melahirkan corak keberagamaan yang humanis, inklusif, dan adaptif terhadap realitas sosial masyarakat plural. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai kemanusiaan menjadi titik temu dalam merawat harmoni antara agama dan budaya sekaligus menjadi modal sosial dalam menghadapi tantangan globalisasi dan radikalisme.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andini, Anendra, Anche Jupinse, Deko Rio Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









