Hakikat Kecerdasan Manusia dan Kecerdasan Buatan: Analisis Filosofis tentang Batas, Potensi, dan Implikasinya Bagi Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.51178/jsr.v7i2.3585Keywords:
Kecerdasan Manusia, Kecerdasan Buatan, Filsafat PendidikanAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan memunculkan perdebatan mengenai hakikat kecerdasan manusia serta batas dan peran AI dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan karena masih terbatasnya kajian yang membahas kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan secara filosofis dalam konteks pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hakikat kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan, mengidentifikasi batas dan potensi keduanya, serta mengkaji implikasinya bagi pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi literatur karena memungkinkan kajian yang mendalam terhadap berbagai teori dan hasil penelitian yang relevan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan manusia memiliki dimensi kesadaran, kreativitas, empati, dan pertimbangan moral, sedangkan kecerdasan buatan unggul dalam pengolahan data dan efisiensi kerja. Dalam pendidikan, AI dapat mendukung efektivitas pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pembentukan karakter dan nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan memiliki hubungan yang saling melengkapi. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi AI dalam praktik pendidikan secara empiris.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indah Pratiwi, Iklima Novriani, Azizah Hanum OK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












