Nilai-Nilai Religius dalam Sastra Tradisional Diang Ingsun dan Raden Pengantin
DOI:
https://doi.org/10.51178/jsr.v7i001.3257Keywords:
Sastra Tradisional, Nilai Religius, HermeneutikaAbstract
Penelitian ini mengkaji nilai-nilai religius dalam sastra tradisional Diang Ingsun dan Raden Pengantin. Cerita yang populer sebagai legenda anak durhaka ini dipilih karena sarat dengan pesan moral dan religius yang relevan bagi pembentukan karakter anak. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Ricoeur dan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menafsirkan simbol, peristiwa, dan dialog dalam teks untuk mengungkap nilai religius yang terkandung. Data dikumpulkan melalui teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama nilai religius dalam cerita tersebut, yaitu: (1) hubungan manusia dengan Allah yang tercermin melalui sikap berdoa dan keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan; (2) hubungan manusia dengan diri sendiri yang ditunjukkan melalui sikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan hidup; serta (3) hubungan manusia dengan sesama manusia yang tampak melalui sikap tanggung jawab dan tolong-menolong. Temuan ini menegaskan bahwa cerita Diang Ingsun dan Raden Pengantin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang penting, khususnya dalam pengembangan nilai religius pada sastra anak di Kalimantan Selatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novia Winda, Erni Susilawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












