Campur Kode dalam Novel Rindu Karya Tere Liye

(Kajian Sosiolinguistik)

Authors

  • Nor Hidayah Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Heppy Lismayanti Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Noor Indah Wulandari Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Johan Arifin Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Rahidatul Laila Agustina Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/jsr.v7i001.3256

Keywords:

Campur Kode, Novel Rindu, Sosiolinguistik, Tere Liye

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan konteks sosial di mana kode campur muncul dalam novel Rindu karya Tere Liye. Kode campur adalah fenomena linguistik di mana seorang penutur memasukkan unsur-unsur bahasa lain seperti kata, frasa, klausa, atau idiom ke dalam bahasa utama tanpa mengubah topik pembicaraan. Fenomena ini khususnya relevan untuk diteliti dalam Rindu, karena narasinya berlatar pada masa kolonial, yang menyediakan lingkungan ideal untuk kontak bahasa dan interaksi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teks novel sebagai sumber data. Data kode campur diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya (intra-kalimat, antar-kalimat, atau frasa nominal) dan bahasa yang digunakan (Belanda atau Inggris), dengan mengacu pada teori Fishman (1972) dan Holmes (2013). Data tersebut kemudian ditafsirkan dengan memeriksa konteks sosial dan naratif untuk memahami peran sosial, makna simbolik, dan hubungan kekuasaan di antara karakter sebagaimana tercermin melalui penggunaan bahasa. Secara hipotetis, penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa campur kode intrakalimat dengan unsur-unsur Belanda mendominasi, mencerminkan identitas sosial dan status kolonial yang berlaku pada masa itu. Kesimpulan akan merangkum berbagai bentuk campur kode dan implikasinya terhadap hubungan sosial dan dinamika kekuasaan dalam konteks novel.

Downloads

Published

2026-02-07