Pengembangan Modul Matematika Berbasis Budaya Rumah Baanjung pada Materi Transformasi Geometri Menggunakan Model ADDIE
DOI:
https://doi.org/10.51178/jsr.v7i001.3248Keywords:
Kearifan Lokal, Pembelajaran Kontekstual, Respons Siswa, Bahan Ajar Cetak, Pendidikan MatematikaAbstract
Pembelajaran matematika yang terlepas dari konteks budaya lokal sering kali dipersepsikan abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis budaya Rumah Baanjung pada materi transformasi geometri serta mengevaluasi kualitas modul berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dikembangkan dalam bentuk cetak dan disempurnakan melalui focus group discussion. Implementasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa, yang selanjutnya diminta memberikan respons terhadap modul menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diterima secara positif oleh siswa. Modul dipersepsikan relevan dengan kebutuhan belajar, mudah digunakan, menarik dari segi penyajian, serta membantu siswa memaknai keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal. Selain itu, penggunaan konteks Rumah Baanjung juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap nilai kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rolina Amriyanti Ferita, Williza Yanti, Azis Muslim, Arifin Riadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












