Sikap Mahasiswa terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi: Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling

Authors

  • Arifin Riadi Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Royani Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Benny Nawa Trisna Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia
  • Rolina Amriyanti Ferita Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/jsr.v7i001.3240

Keywords:

Penerimaan Teknologi, Persepsi Pembelajaran, Pemodelan Persamaan Struktural, Kesiapan Mahasiswa, Transformasi Digital Pendidikan

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi untuk mulai mempertimbangkan integrasinya dalam kurikulum pembelajaran. Namun, keberhasilan integrasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh bagaimana mahasiswa memandang, memahami, dan menyikapi penggunaan AI dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap mahasiswa terhadap integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI, pemahaman konseptual tentang AI, serta persepsi dampak AI terhadap pembelajaran dan pengembangan profesi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI memiliki pengaruh paling kuat dan signifikan terhadap sikap mahasiswa terhadap integrasi AI. Persepsi terhadap dampak AI juga berpengaruh signifikan, meskipun dengan ukuran efek yang lebih kecil. Sebaliknya, pemahaman konseptual mahasiswa mengenai AI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap mahasiswa terhadap integrasi AI cenderung dibentuk oleh pertimbangan pragmatis terkait manfaat dan relevansi praktis, bukan semata-mata oleh tingkat pemahaman teknis. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan desain kurikulum, khususnya dalam menekankan pentingnya pelatihan AI yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.

Downloads

Published

2026-02-02