Implementasi Model Pembelajaran Problem Solving Melalui Supervisi Akademik Pengawas Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Agama Kristen Pada Sekolah Binaan Kec. Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang

Authors

  • Wilhem Togatorop

Keywords:

Kompetensi. Supervisi Akademik, Model, Problem Solving

Abstract

Permasalahan dalam penelitian tindakan kepengawasan (PTKp) ini adalah pemahaman guru  dalam Pelaksanaan Pembelajaran  masih jauh dari harapan. Ada beberapa hal yang menjadi kendala di antaranya: (1) Kreativitas dan inovasi guru relatif rendah; (2) semua guru masih mengadopsi cara-cara konvensional ; dimana masih ditemukan ada standar kompetensi yang ada dalam standar isi belum ada di dalam silabus; (3) Tujuan pembelajaran belum disusun secara logis; (4) pada alur rencana pelaksaanaan pembelajaran yang disusun belum menunjukkan tahapan kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, sehingga Pembelajaran yang dibuat kurang bermakna; dan (5) Rencana penilaian belum nampak,. Supervisi Akademik merupakan suatu model pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas, kepada guru untuk membantu memecahkan masalah yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran agar kualitas pembelajaran bisa diraih dengn optimal. Supervisi Akademik dapat dilaksanakan pada supervise perencanaan pembelajaran dan supervisi pelaksanaan pembelajaran. Penelitian tindakan Kepengawasan (PTKp) termasuk jenis penelitian kuantitatif menggunakan Analisis Diskriptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I teknik penataran tingkat lokal (In House Training) dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Supervisi Akademik secara kelompok (In House Training), dengan hasil penelitian siklus I Proses Pembelajaran yang di laksanakan  oleh guru-guru masih belum optimal maka perlu diadakan supervisi lanjutan pada siklus II, yaitu pelaksanaan tindakan supervisi secara individual (percakapan individu). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran  pada kondisi awal adalah 52,77 (kategori kurang). Hasil rata-rata kualitas Proses Pembelajaran pada siklus I adalah 66.50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal adalah 22,23 %. Sedangkan hasil rata-rata pada siklus II adalah 88,50 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I adalah 20%. Dengan demikian, supervise Akademik dapat meningkatkan kemampuan guru Sekolah Binaan Kec. Tanjung Morawa dalam Plaksanaan Proses Pembelajaran  Model Pembelajaran  Problem Solving secara signifikan.

Downloads

Published

2022-11-04

Issue

Section

Articles