Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Konkret Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan pada Siswa Kelas IV SD
DOI:
https://doi.org/10.51178/cjerss.v7i4.2089Keywords:
Alat Peraga Konkret, Pemahaman Konsep Pecahan, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Matematika SD, Fase BAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan pemahaman konsep matematika dasar, khususnya materi pecahan, melalui penggunaan alat peraga konkret pada siswa Kelas IV (Fase B) UPT SPF SD Negeri 105341 Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV tahun ajaran 2025/2026 semester genap yang berjumlah 23 orang (13 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki). Data penelitian dikumpulkan melalui tes formatif pemahaman konsep, lembar observasi aktivitas belajar siswa dan kinerja guru, serta angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan dari pra-tindakan hingga Siklus II. Pada kondisi Pra-Siklus, rerata nilai pemahaman konsep siswa hanya mencapai 54,35 dengan ketuntasan klasikal sebesar 26,09% (6 siswa tuntas). Setelah diterapkannya pembelajaran berbasis alat peraga konkret (papan pecahan, blok pecahan, dan manipulatif buah) pada Siklus I, rerata nilai siswa meningkat menjadi 68,26 dengan ketuntasan klasikal 56,52% (13 siswa tuntas). Refleksi dan perbaikan tindakan pada Siklus II yang mengintegrasikan eksplorasi manipulatif mandiri dan diskusi kelompok terstruktur berhasil meningkatkan rerata nilai kelas menjadi 82,17 dengan ketuntasan klasikal mencapai 86,96% (20 siswa tuntas), melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan (80%). Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan dari kategori 'Cukup Aktif' (62,50%) pada Siklus I menjadi 'Sangat Aktif' (85,42%) pada Siklus II. Disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga konkret secara efektif dapat menjembatani transisi berpikir abstrak, mengeliminasi miskonsepsi, serta memperkuat pemahaman konsep pecahan pada siswa sekolah dasar.










