Evaluasi Pola Pengobatan Antihipertensi Golongan Calcium Channel Blocker (CCB) Kombinasi Angiotensin Receptor Blocker (ARB) Terhadap Pasien Hipertensi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan

Authors

  • Roby Gultom Universitas Imelda Medan, Indonesia

Keywords:

Antihipertensi Kombinasi, Amlodipin, Valsartan

Abstract

Penyakit Hipertensi merupakan penyumbang utama resiko kematian terbesar. Terapi pengobatan pasien hipertensi memerlukan waktu yang lama bahkan sampai dengan seumur hidup. Terapi antihipertensi dapat menggunakan pengobatan tunggal maupun kombinasi agar tercapainya tekanan darah yang normal. Bentuk penelitian ini merupakan deskriptif yang bersifat retrospektif dengan menggunakan total sampel data rekam medik sebanyak 60 pasien dari periode bulan Januari – Desember 2020 bertempat di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Analisis data yang diperoleh dikalikan dengan 100% sehingga didapat suatu nilai dalam bentuk persentase. Hasil penelitian karakteristik pasien berdasarkan kelompok usia terbesar adalah 51-60 tahun sebanyak 26 pasien (43,3%) sedangkan kelompok usia terkecil adalah 81-90 tahun sebanyak 1 pasien (1,7%). Terhadap karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin menunjukkan kelompok pasien terbesar adalah perempuan sebanyak 36 pasien (60%) sedangkan laki-laki sebanyak 24 pasien (40%). Karakteristik berdasarkan tekanan darah menunjukkan persentase terbesar pada tekanan darah derajat 2 sebanyak 30 pasien (50%). Terapi antihipertensi golongan obat kombinasi CCB + ARB yang diberikan adalah Amlodipin + Candersartan dan Amlodipin + Valsartan. Dimana jumlah pasien hipertensi yang paling banyak diberikan obat hipertensi kombinasi adalah Amlodipin + Candersartan yaitu 77% dibandingkan Amlodipin + Valsartan yaitu 23%. Persentase kombinasi amlodipin 10 mg dan candersartan 8 mg merupakan terapi pengobatan antihipertensi terbanyak yang diberikan kepada pasien yaitu 54% dan Persentase kombinasi amlodipin 10 mg dan Vandersartan 8 mg merupakan terapi pengobatan antihipertensi terbanyak yang diberikan kepada pasien yaitu 50%. Kerasionalan penggunaan obat hasil evaluasi terhadap JNC8 sudah sesuai meliputi kriteria tepat indikasi, tepat pasien dan tepat dosis dimana masing-masing kriteria memiliki nilai 100%.

Downloads

Published

2022-06-06

Issue

Section

Articles