Karakterisasi Tingkat Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) melalui Analisis Hubungan Konsentrasi–Mortalitas dan Estimasi Nilai LC₅₀ dengan Metode Probit
DOI:
https://doi.org/10.51178/jhms.v5i3.3655Keywords:
Artemia salina Leach, ekstrak etanol 70% daun trembesi, LC₅₀, metode probit, toksisitas.Abstract
Daun trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi memberikan aktivitas biologis, namun informasi mengenai tingkat toksisitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 70% daun trembesi melalui analisis hubungan konsentrasi–mortalitas dan estimasi nilai LC₅₀ menggunakan metode probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan larva Artemia salina Leach sebagai organisme uji. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dibuat dalam beberapa variasi konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Masing-masing konsentrasi diuji terhadap 10 ekor larva Artemia salina dengan waktu pengamatan selama 24 jam. Data persentase kematian dianalisis menggunakan analisis probit untuk menentukan hubungan antara log konsentrasi dan respons mortalitas serta mengestimasi nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan persentase kematian larva, yaitu dari 6,89% pada konsentrasi 10 ppm menjadi 97,05% pada konsentrasi 10.000 ppm. Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 100,46 mg/L (ppm), yang berdasarkan klasifikasi toksisitas termasuk dalam kategori moderat (moderately toxic). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun trembesi memiliki aktivitas toksik yang nyata terhadap Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pengujian farmakologi dan toksikologi lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.








