Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Herba Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl) Pada Larva Udang (Artemia Salina)

Authors

  • Haryanto Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Arsy Amalia Asri Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Ramadhani Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Elma Fanilam Putri Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Risma Asmiranti Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Sukma Saputri Dini Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Hikmar Hairunnisa Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/jhms.v5i3.3564

Keywords:

Artemia salina, BSLT, Eupatorium triplinerve Vahl, herba prasman, toksisitas.

Abstract

Herba prasman (Eupatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis, termasuk efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol herba prasman terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pengujian dilakukan dengan enam variasi konsentrasi ekstrak,  Setiap konsentrasi diuji pada larva udang dan persentase kematian diamati setelah masa inkubasi. Data mortalitas dianalisis menggunakan analisis probit berdasarkan hubungan antara log konsentrasi dan respons kematian larva untuk memperkirakan nilai LC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Pada percobaan pertama mortalitas larva berkisar, sedangkan pada percobaan kedua berkisar antara. Konsentrasi sekitar ppm menghasilkan mortalitas mendekati, yang menunjukkan bahwa nilai LC ekstrak berada pada kisaran tersebut. Temuan ini membuktikan bahwa ekstrak metanol herba prasman memiliki aktivitas toksik terhadap Artemia salina dan berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian farmasi dan toksikologi.

Downloads

Published

2026-06-20