Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Magnolia Virginiana terhadap Aktivitas Neurofarmakologi pada Berbagai Parameter Biologi
DOI:
https://doi.org/10.51178/jhms.v4i4.3204Keywords:
Magnolia Virginiana, Konsentrasi Ekstrak, Aktivitas Biologis, Antioksidan, FitoterapiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas neurofarmakologis ekstrak daun Magnolia virginiana terhadap sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom berdasarkan variasi konsentrasi. Daun Magnolia virginiana diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, honokiol, dan magnolol yang berpotensi berperan sebagai neuromodulator, antioksidan, dan neuroprotektor. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga tingkat konsentrasi ekstrak, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Delapan parameter neurofarmakologi digunakan sebagai indikator respons biologis, meliputi parasimpatomimetik (PSM), stimulasi sistem saraf pusat (SSSP), depresi sistem saraf pusat (DSSP), simpatolitik (SL), relaksasi otot (RO), simpatomimetik (SM), parasimpatolitik (PSL), dan analeptik (ANA). Setiap parameter dievaluasi melalui pendekatan histopatologis, pengamatan fisiologis, dan biomarker stres oksidatif pada hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Magnolia virginiana memberikan respons neurofarmakologis yang berbeda-beda tergantung konsentrasi. Konsentrasi 1% menunjukkan efek stabilisasi sistem saraf dan perlindungan oksidatif yang relatif tinggi, ditandai dengan nilai SSSP, DSSP, dan RO yang dominan. Konsentrasi 2% memperlihatkan peningkatan signifikan pada aktivitas simpatomimetik dan parasimpatolitik, yang mengindikasikan stimulasi sistem saraf otonom, namun juga diikuti potensi stres seluler. Sementara itu, konsentrasi 4% menunjukkan peningkatan tertinggi pada parameter simpatolitik dan analeptik, yang mencerminkan aktivitas neuroprotektif dan pemulihan fungsi saraf. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa ekstrak daun Magnolia virginiana memiliki profil neurofarmakologi multi-parameter yang bergantung pada dosis, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat fitoterapi untuk modulasi dan perlindungan sistem saraf.








