Determinan Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah Di Desa Gegerung Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Tahun 2022

Authors

  • Mardhatillah Mardhatillah Universitas Muhammadiyah Banda Aceh
  • Wardiati Wardiati Universitas Muhammadiyah Banda Aceh
  • Agustina Agustina Universitas Muhammadiyah Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.51178/jhms.v2i1.1015

Keywords:

Tantrum, Pendidikan Ibu, Pendidikan Ayah, Usia Ibu, status pekerjaan Ibu, Pola Asuh, Jenis Kelamin, Memiliki Saudara

Abstract

Temper tantrum merupakan keadaan yang dimulai dari rengekan dan tangisan selanjutnya berkembang menjadi teriakan, tendangan, pukulan dan menahan napas. Anak dimasa usia prasekolah sudah mulai belajar menghadapi dan merasakan kecewa saat ketika yang diinginkannya tidak terpenuhi. Akibat yang berbahaya yang ditimbulkan dari temper tantrum adalah dapat menyakiti dirinya sendiri, menyakiti orang lain dan dampak jangka panjang pada anak tantrum adalah anak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, berisiko mengalami kenakalan remaja, gangguan kejiwaan, dan menghambat perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan terhadap temper tantrum pada anak usia prasekolah di Desa Gegerung Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak prasekolah sebanyak 77 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total Populasi. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 18 Juni s/d 20 Juni 2022, uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa proporsi responden yang mengalami temper tantrum pada kategori sedang sebesar 39%, sedangkan temper tantrum ringan sebesar 36,4% dan tempertantrum berat sebesar 24,6%, hasil uji statistik ada hubungan pendidikan ibu dengan (p value 0,003), pendidikan ayah (p value 0,002), usia ibu (p value 0,001), status pekerjaan dengan p value 0,007, pola asuh (p value 0,001), jenis kelamin (p value 0,001) dan memiliki saudara (p value 0,003) dengan kejadian temper tantrum. Pendidikan ibu, pendidikan ayah, usia ibu, pekerjaan ibu, pola asuh, jenis kelamin dan memiliki saudara merupakan faktor yang berkontribusi terhadap temper tantrum. Diharapkan kepada ibu yang memiliki anak praskeolah untuk meningkatkan pengetahuan tentang tantrum, sehingga ibu dapat mengatasi saat anak mengalami tantrum.

Downloads

Published

2022-12-28

Issue

Section

Articles