Dampak Destruktif Judi Online terhadap Ketahanan Keluarga: Analisis Pertimbangan Hakim dan Maqashid Syariah di Pengadilan Agama Stabat

Authors

  • Samsidar Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
  • Aulya Maulitta Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
  • Putri Nayla Saqhi Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
  • Putri Arfah Syuhada Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
  • Nurlela Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
  • Muhammad Saleh Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia
  • Diyan Yusri Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51178/jpspr.v6i3.3832

Keywords:

Cerai Gugat, Judi Online, Maqashid Syariah, Pengadilan Agama Stabat, Pertimbangan Hakim

Abstract

Judi online berbasis aplikasi digital menjadi ancaman bagi ketahanan keluarga, termasuk di wilayah hukum Pengadilan Agama Stabat Kelas IB, Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan menguraikan dampak judi online terhadap kehidupan rumah tangga dalam perkara cerai gugat, menganalisis dasar pertimbangan hakim pada Putusan Nomor 1519/Pdt.G/2023/PA.Stb, dan menelaah putusan tersebut melalui Maqashid Syariah. Penelitian ini memakai pendekatan yuridis-normatif dan pendekatan kasus terhadap putusan tersebut. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif; karena salinan putusan tidak dapat diakses, fakta perkara dirujuk dari literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perkara ini judi online berkaitan dengan terabaikannya nafkah keluarga serta perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus hingga rumah tangga tidak dapat dipertahankan. Majelis Hakim mengabulkan gugatan secara verstek dengan bertumpu pada alasan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus sebagaimana Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam (KHI), sedangkan Pasal 116 huruf a KHI relevan secara normatif tetapi tidak menjadi dasar utama putusan. Dalam perspektif Maqashid Syariah, putusan tersebut dapat dibaca sebagai upaya melindungi harta (hifdh al-mal), jiwa (hifdh al-nafs), dan keturunan (hifdh al-nasl) melalui kaidah menolak kemudaratan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan perceraian berfungsi sebagai sarana hukum untuk mencegah kemudaratan yang lebih besar bagi keluarga yang terdampak judi online. Temuan ini terbatas pada satu putusan dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi.

Downloads

Published

2026-10-31