Implementasi Strategi Pemasaran Pembukaan Digital Saving Guna Mendorong Pertumbuhan Jumlah Nasabah
DOI:
https://doi.org/10.51178/jpspr.v6i2.3694Keywords:
Digital Saving, Strategi Pemasaran, Pertumbuhan Nasabah, Bank Syariah Indonesia, Community-Based Marketing, Literasi Keuangan DigitalAbstract
Transformasi digital pada perbankan syariah menuntut Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk beradaptasi cepat melalui inovasi layanan digital saving guna memperluas akuisisi nasabah. Namun, implementasinya di wilayah semi-perkotaan seperti BSI KCP Pangkalan Brandan mengalami ketimpangan (performance gap), di mana tingkat konversi pembukaan rekening digital saving baru mencapai 28%, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 65%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan lokal, menganalisis implementasi strategi pemasaran berbasis Service Marketing Mix 7Ps, serta merumuskan model strategi pemasaran adaptif guna mendorong pertumbuhan jumlah nasabah secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Branch Manager, frontliner, nasabah, dan tokoh masyarakat, yang dilengkapi dengan observasi serta studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, lalu dianalisis melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran tersentralisasi dari kantor pusat yang bersifat "one size fits all" terbukti tidak efektif di wilayah semi-perkotaan. Kesenjangan capaian dipengaruhi oleh tingginya persepsi risiko (Perceived Risk) terhadap keamanan siber, rendahnya literasi keuangan digital lokal, kendala jaringan pada proses verifikasi e-KYC, serta belum optimalnya peran SDM cabang sebagai Digital Mentor. Temuan ini mengonfirmasi bahwa promosi digital masif tanpa tatap muka baru sebatas membangun awareness, namun belum mendorong tindakan (action) pembukaan rekening. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya reposisi strategi pemasaran dari sekadar penawaran produk menjadi edukasi partisipatif melalui pendekatan Community-Based Marketing yang mengikutsertakan tokoh lokal serta pendampingan langsung oleh SDM cabang guna membangun kepercayaan (trust) dan mengonversi minat masyarakat menjadi pertumbuhan jumlah nasabah secara riil.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rani Febriyanni, Abdullah Sani, Dina Pertiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






